Dalam bagian kedua dari wawancara kami dengan teman satu tim dari pengatur pertandingan, Ulti menemukan bagaimana caranya melakukan blunder dalam pertandingan.

Berapa pemain dala satu tim yang dibutuhkan untuk mengatur pertandingan? Di mana kamu menaruh taruhanmu? Dan yang paling penting, bagaimana cara kamu tidak tertangkap?

“Uang adalah akar dari segala iblis,”kata Xavier (nama asli disamarkan), yang temannya ditangkap karena mengatur pertandingan.

Sepertinya memang klise, tapi Xavier sudah melihat langsung bagaimana godaan untuk mendapatkan uang secara cepat dan gampang sudah membuat teman satu timnya yang bahkan dia sudah percaya, menjadi penipu. Mengacaukan pertandingan sangat sulit untuk ditolak, ditambah ketika aksinya tidak terlalu susah.

“Lumayan sederhana untuk memulai pengaturan pertandingan,” katanya.

Pertama, pemain dari satu tim hanya perlu berbicara satu sama lain kalau mereka mau melakukannya – tim lawan tidak termasuk sama sekali. Tapi ini bukan “pekerjaan satu orang” dan biasanya melibatkan satu tim penuh atau paling tidak banyak pemain.

Lalu selanjutnya adalah di mana mau bertaruh. Kalau di Singapura, akun luar negeri atau online adalah ilegal dan tidak ada jalan yang halal untuk bertaruh di esports domestik.

“Tapi, banyak situs di negara lain yang menerima pendaftaran dari sini dan melayani mata uang SGD secara spesifik,” ungkap Xavier.

Pengecekan yang dilakukan oleh Ulti secara online mengungkap kebenarannya, dengan situs ini bahkan menawarkan 50% deposit sampai dengan US$ 5.000, dan memiliki banyak variasi game dan kompetisi, mulai dari Dota 2 dan CS:GO sampai League of Legends. Metode pembayaran deposit juga banyak tersedia, seperti kartu kredit, kartu debit, dan dompet virtual seperti Neteller dan Skrill. Bahkan uang kripto juga dapat digunakan. Dengan Virtual Private Network (VPN), batasan geografi dengan gampang dapat dilewati.

Setelah taruhan dipasang, datanglah bagian yang paling menantang – menghindari deteksi.

Menjaga rencana ini tetap rahasia dari manajemen adalah kunci, kata Xavier. Lagipula, pemain esports sangat membenci kalau mendapati reputasi mereka hancur karena skandal pengaturan pertandingan. Sangat penting untuk menyimpan rencana tetap di dalam tim dan tidak melibatkan pihak eksternal.

Sampai ke hari pertandingan, strategi permainan untuk tim yang mengatur pertandingan adalah “bermain normal, tapi tidak kondisi terbaik”,kata Xavier.

Faktanya, dia tahu ini sangat baik, seperti dia tidak mengetahui kalau timnya tidak melakukan pengaturan pertandingan bahkan sampai kekalahan mereka. Lain seperti bermain curang (cheating), dimana penggunaan aimbot sangat jelas terlihat, Xavier mengatakan kalau ini susah untuk mengetahui apakah pemain ini menghancurkan permainan atau harinya hanya sedang tidak baik.

Tapi mungkin akan ada tanda-tanda kalau kalian melihat secara lebih teliti. “Contohnya adalah memaksakan mendorong musuh kalau kita memiliki keuntungan jumlah pemain, tidak peduli ada call apa, atau sedang kalah dari tim musuh bahkan ketika kamu bisa membunuhnya dengan mudah,” kata Xavier.

Pada akhirnya, sangat susah untuk membuktikan kalau pemain sudah sengaja mengalah di satu pertandingan. Bukti kuat seperti pesan atau pengiriman uang mungkin dibutuhkan untuk membuktikan bersalah.

Ketika sangat mudah untuk sengaja mengalah, beberapa bergantung pada kendali diri masing-masing player.

Ketika memang ada keuntungan jangka pendek, konsekuensi tertangkap dapat membuat karir berakhir dan hidup pun berubah. Mengesampingkan larangan bermain yang panjang dan bahkan seumur hidup, kerusakan reputasi dari atlet esport tersebut, integritas dan karakternya mungkin akan membuatnya susah berganti karir. Pencarian google yang sederhana oleh calon atasan mungkin akan menguak masa lalu kelam.

Xavier barkata: “Ini sangat bergantung pada diri sendiri: Apakah satu orang akan berpegang teguh pada integritas, tanggung jawab, dan disiplin sebagai gamer profesional, atau kalah oleh kerakusan dan bermain game hanya untuk keuntungan keuangan sambil mengancam karir seseorang.

“Bagi saya, pengaturan pertandingan adalah pilihan yang tidak pernah terpikir”

- Advertisement -